DUKUNG TIGA ISU DI SEKRETARIAT PIF, KNPB dan PRD MIMIKA ADAKAN IBADAT DAN PAMERAN

TIMIKA -MV, -Ketua Parlemen Daerah (PRD) Mimika, Abihud Degei, menyatakan ibadat dan pameran yang dilakukan rakyat Papua yang dimediasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan PRD di Mimika, merupakan bentuk dukungan penuh terhadap tiga Isu di Sekretariat Pasific Island Forum (PIF).
“ibadat dan pameran yang dilakukan ini, dengan tujuan mendukung penuh tiga isu Papua yang menjadi agenda pertemuan pimpinan PIF di PNG bulan depan,” jelas Evanggelis Abihud Degei saat didatangi media papuaanigou.com, di ruang kerjanya, 20/8.
Tiga rekomendasi itu, lanjut Degei, seperti yang diungkapkan Dame Meg, Kepala Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik, misi pencari fakta ke Papua Barat yang terdiri dari para menteri dari negara Pasifik, mendorong Papua Barat masuk dalam daftar dekolonisasi dan memberikan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia dan perusahaan pemerintah yang terbukti melakukan pelanggaran hak asasi manusia.”
Lanjut Degei, rakyat Papua telah berhasil mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi observer di Melanesian Spearhead Group (MSG) dalam pertemuan MSG di Honiara bulan lalu, itu saja sudah membuktikan Papua bukan lagi Indonesia. Seperti itu, untuk tiga isu Papua menjadi agenda pertemuan pimpinan PIF, juga menjadi dukungan penuh rakyat Papua.
Selain itu, menurut Degei, bentuk dukungan oleh rakyat Papua, KNPB dan PRD Mimika terhadap tiga isu rekomendasi itu juga melalui pameran nasional.
“Pameran nasional ini sebagai dukungan, maka semua bentuk warna-warna Melanesia, bendera Melanesia, noken Melanesia, topi Melanesia, gelang Melanesia, topi Melanesia, slendang Melanesia,” ujar seorang Evanggelis ini. (wavo/wempiI)

, , , ,

0 Memberikan komentaran anda "

Write Down Your Responses

Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). - Terima Kasih! Hak CIPTA © :