KEMERDEKAAN PALSU



Pada zaman dahulu negeri China-Tiongkok dilanda bahaya kelaparan hebat. Akibat musim kemarau panjang. Tanaman dan sayuran mati kekeringan. Orang-orang yang kelaparan mencari berbagai cara untuk mempertahankan hidup. Muncul satu toko yang menjual roti. Banyak orang datang beli roti itu, tetapi semua orang yang makan roti itu, mati habis. Karena ternyata roti itu adalah roti palsu yang dibuat dari tanah liat.
Orang-orang NKRI akan memperingati dan merayakan hari kemerdekaan mereka; 17 Agustus 1945-2015. Kemerdekaan palsu itu dipaksakan oleh pemerintah NKRI kepada rakyat Papua, melalui operasi militer TRIKORA 19 Desember 1961, mencaplok dan menduduki tanah Papua secara Ilegal.
Pertanyan serius!!! Kemerdekan itu telah memerdekaan orang Papua dari belenggu kemiskinan dan kebodohon ka...? Apakah rakyat Papua telah dimerdekakan dari pembunuhan semena-mena oleh aparat negara NKRI?
Negara Indonesia datang mencaplok dan menduduki Tanah West Papua. Mereka lenyapkan kemerdekaan sejati bangsa Papua 1 Desember 1961, diganti dengan kemerdekaan palsu, 17 Agustus 1945. Bukti kemerdekaan palsu itu adalah kejahatan negara terhadap kemanusiaan OAP, yg tiada henti memusnahkan orang Papua secara sistimatis dan masif.
Kemerdekaan palsu 17 Agustus sama dengan kisah roti palsu diatas; yang diberikan secara paksa oleh pemerintah Indonesia, kepada OAP untuk habis musnakan kita Bangsa Melanesia di West Papua.
Kemedekaan asli-sejati sama dengan makanan asli, seumpama sagu ikan daging dll, yang pernah diperoleh orang Papua pada 1 Desember 1961, dirampas dan dibuang oleh penjajah jahat NKRI, diganti dengan kemerdekaan palsu 17 Agustus 1945; sama dengan paksa orang Papua makan makanan palsu supaya orang Papua mati habis.
Setiap orang Papua harus berani tolak hari kemerdekan palsu 17 Agustus 1945; yang sesungguhnya merupakan hari raya pemusnahan rumpun melanesia di Tanah West Papua!
Maka Orang Papua harus bangkit bersatu dan LAWAN.!!!/WAVO/wempi doo.

,

0 Memberikan komentaran anda "

Write Down Your Responses

Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). - Terima Kasih! Hak CIPTA © :