SATU LAGI YANG TAK TERPEDULIKAN DI SORGA KECILKU


Foto Mummy Blong Hasgem. Mengembalikan jatidiri bangsa papua barat adalah ekspektasi/harapan mutlak yang diperjuangkan oleh semua elemen manusia papua barat selama ini.
Autentik/keaslian Bangsa papua barat sebelum diintervensi oleh orang luar papua, salah satunya indonesia itu sangat identik dengan orang yang hidup bersahabat dengan alam dan mahkluk ciptaan Sang Kahlik. Dengan kehidupan yang demikian, kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan dalam kelangsungan hidup pun berjalan komprehensif. Namun pasca kedatangan bangsa indonesia yang notabene "serigala berbulu domba" itu di atas tanah cendrawasih, semuanya berubah dan hampir tidak lerlihat lagi dewasa ini di kehidupan manusia papua barat.
Satu lagi yang tak terpedulikan di sorga kecil ini adalah pelestarian kelangsungan hidup terhadap hewan lindung yang sudah masuk kategori hewan langkah di planet ini.
Dia adalah Kangguru berukuran kecil yang dalam bahasa yally disebut "Biringi". Hewan ini bagi orang yally menjadi hewan buruan wajib setiap masuk hutan, entah musiman maupun hari biasa. Belum menyadari kalau di dunia luar, Biringi/Kangguru tersebut hewan langkah yang diperhitungkan dan membuat penasaran usai melihat gambar dan mendengar cerita terkaitnya.
Hal tersebut saya akui setelah mendengar cerita dari teman saya orang jawa yang bertanya demikian. Di papua ada hewan kangguru kan? Kamu perna lihat atau tidak? Bagaimana cara kalian melindunginya dari kepunahan? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Akhirnya secara tranparan saya jawab; hewan itu ada di sekitaran rumah, dan bagi kami hanya hewan buruan biasa. Mendengar jawabanku itu, katanya lagi "seharusnya kalian melindunginya, supaya kelak anak cucu kalian tidak boleh mendengar sebuah cerita bahwa dulu Biringi hewan langkah itu perna ada di atas bumi cantik itu". Cerita diatas memberikan saya sebagai orang papua barat pemilik bumi indah dan menawan itu, teguran dan peringatan kalau selama ini semua yang ada di perut dan atas bumi fenomenal itu sangatlah berharga dan bernilai tinggi di planet ini.
Dampak terjadinya semua ini adalah menipis bahkan hilangnya kecintaan manusia papua barat terhadap alam yang Tuhan Allah karuniakan kepadanya sebagai pemilik yang memiliki otoritas sebagai hak pakai. Sebab Dialah yang memegang hak miliknya. Dan faktor lainnya karena kedekatan orang papua barat dengan alam yang sangat intens dulu, sekarang dianggap tabu dan kuno disebabkan oleh pengaruh modern dewasa ini. Padahal pengaruh modern adalah senjata paling ampuh yang memusnahkan jatidiri dan harkat orang papua barat yang sesungguhnya.
Oleh sebab itu marilah kita sebagai orang papua barat kembalikan jatidiri kita yang semula. Dengan demikian, orang papua tetap bernilai dan dihargai di tanahnya sendiri. Pelihara, melindungi, menjaga, memperlakukan dan melestarikan semua mahkluk hidup yang Tuhan Allah taru diatas bumi cenderawasih itu dengan penuh ketulusan cinta kita adalah tugas mutlak dan mulia yang ada di pundak kita.
AYO MULAI.....KITA BELUM TERLAMBAT.....DUNIA IRI DENGAN KITA DAN APA YANG KITA PUNYAI!
(wavo/wempidoo)

, , ,

0 Memberikan komentaran anda "

Write Down Your Responses

Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). - Terima Kasih! Hak CIPTA © :